Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Namanya Bergelar SDTT, TBS


            Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Saat kelas 6 SD, ia terpaksa berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempatnya belajar ditutup.
Di usia 22 tahun, ia berangkat ke Jakarta dan mulai bekerja sebagai salesman produk sabun sampai pelayan took.
Pemuda ini juga sempat diterima sebagai bintang film di Hongkong. Tapi setelah 3 tahun ia sadar dunia film bukanlah dunianya, dan dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Apakah keputusan pemuda miskin ini tepat untuk meninggalkan dunia filmnya?


Pemuda ini adalah Andrie Wongso, ia mendapat julukan motivator no. 1 di Indonesia. Ia pun menambahkan gelar sendiri di belakang namanya yaitu SDTT, TBS, yang artinya Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses.
Kesuksesannya berawal saat Andrie gemar menuangkan setiap peristiwa yang telah dilalui  ke dalam bentuk kata-kata mutiara di buku harian, dengan tujuan untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk membantu memotivasi orang lain melalui kartu ucapan.
Ia sudah berbicara di depan puluhan ribu orang di berbagai daerah, diundang ratusan perusahaan besar, dan buku serta CDnya sudah tersebar dimana-mana.
Selain memberi motivasi pada orang lain, ia sudah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha di bidang antara lain: bisnis kartu ucapan, hologram, perusahaan mainan, dan pengelola beberapa foodcourt. Ia juga mendirikan lembaga pendidikan dan kepelatihan, publishing, multimedia, serta membuka beberapa outlet Succes Shop, toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi,

Hikmah:
Andrie Wongso menunjukkan perbedaan yang besar antara student dan learner. Ketika berhenti dari sekolah ia mungkin berhenti sebagai student (pelajar), tapi ia tidak pernah berhenti sebagai learner (pembelajar).
Sekali lagi ini membuktikan bahwa orang yang terlahir miskin bisa menjadi sukses. Dan tanpa ijazah setiap orang juga bisa sukses.


Download catatan ini
hanya beberapa detik saja

0 komentar:

Posting Komentar