Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Sukses Bermodal Koper dan Sepeda


           Tidak banyak orang Indonesia yang mampu menjadikan namanya sebagai lambing hotel prestisius dan ternama sebagaimana Sukamdani Sahid Gitosarjono. Ia mempunyai 14 hotel mencakup 2750 kamar dan sudah menerima 15 tanda jasa dan bintang kehormatan atas karyanya.
Apakah Sahid dari keluarga kaya hingga bisa bangun hotel?
                Ketika Sukamdani kecil, kehidupannya prihatin. Bapaknya membuka usaha jahitan, dan ia membantu ibunya membuka usaha warung kecil-kecilan dan menjual makanan.

                Di usia 24 tahun ia merantau dari Solo ke Jakarta untuk memperbaiki nasib. Waktu turun di stasiun gambir modalnya hanyalah koper dan sebuah sepeda.
                Sahid menikah di Jakarta dan tinggal di rumah gedeg (bambu) dengan ukuran 3x3. Ia bekerja di percetakan, lalu dengan kerja kerasnya ia bisa membangun percetakannya sendiri. Selanjutnya ia bisa membeli tanah dan rumah tempat ia menyewa rumah. Dan kini di atas rumah tersebut berdiri Hotel Sahid di Jalan Sudirman yang merupakan jalan utama ibukota.

Hikmah :
                Banyak yang menganggap bahwa semakin miskin kita maka akan semakin sedikit peluang kita untuk sukses, semakin kaya kita semakin besar pula untuk kaya.
                Pendapat ini kelihatannya benar padahal sangat salah, karena menjerumuskan orang pada keterpurukan.
                Menjadi sukses atau menjadi kaya adalah urusan mental, urusan pikiran dan keyakinan. Orang yang mempunyai mental sukses dan punya keinginan besar untuk kaya dan sejahtera, akan mencari jalan untuk sukses dan akan mencapainya, tak peduli orang tersebut miskin atau kaya.
                Jadi jangan pernah biarkan diri kita mempunyai “alasan” bahwa kita wajar hidup susah karena berasal dari keluarga susah.
                Jika bisa melepas diri dari mental miskin dan tidak dengan mudah menerima nasib sebagaimana orang susah, maka kita bisa lepas dari kesusahan.

0 komentar:

Posting Komentar