Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Salah Deteksi


Pak Pandir datang ke dokter mengeluhkan badannya yang sakit semua. "Sakit apa?" tanya dokter "Wah badan saya semuanya sakit, Dok!" katanya. "Coba tunjukkan di mana saja sakitnya," pinta sang dokter. Lalu Pak Pandir mulai menujukkan sakitnya dengan menunjuk satu persatu anggota badannya dengan jari telunjuknya. Ia menyentuh lutut dengan telunjuknya, lalu berteriak "Auw, sakit dok!" Ia lalu menyentuh kepala dengan telunjuknya, "Auw, ini sakit juga dok" Ia lalu menyentuh perut, jidat, tengan, paha dan semuanya terasa sakit.

Sekilas terlihat Pak Pandir benar-benar sakit disekujur tubuhnya, tapi sang dokter merasa ada yang aneh dengan penyakit pria ini. Lalu dokter memegang semua bagian tubuh yang tadi dibilang sakit, ternyata tidak sakit. Si Pria itu juga heran. Hmm, dokter punya kesimpulan.
 Lalu sang dokter minta si pria tersebut menyentuh tangan sang dokter dengan telunjuknya. Pria itu berteriak, "Auw, saya pegang tangan pak dokter terasa sakit juga?" Terungkaplah, dokter tahu jawabannya. "Itu yang sakit telunjuk jari kamu, ada radang sendi atau retak ringan makanya bengkak, jadi apapun yang kamu pegang jadi sakit, badan kamu baik-baik saja!" "Ayo kita periksa jarimu!" ???

Humor dan Hikmah:
Salah deteksi, merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, kadang lebih bahaya dari penyakitnya sendiri. Ada orang yang mengeluh karyawannya kerja gak bener, anak-anaknya pada gak dekat, teman-temannya pada menjauh, ternyata masalahnya ada pada orang tersebut. Pada anak tidak perhatian, pada karyawan tidak peduli, pada teman egois. Nah kalau orang ini tidak menyadari masalahnya, maka ia akan merasa semuanya gak beres, padahal masalahnya ada pada diri sendiri.

Ada guru yang bilang semua muridnya malas karena nilainya jelek semua, padahal masalahnya ada di cara pengajarannya.
Ada wirausaha yang resah, usahanya tidak maju-maju karena situasinya tidak kondusif, padahal tidak menguasai pemasaran dan belajar setengah-setengah.
Ada distributor yang putus asa karena senantiasa ditolak mengatakan bisnisnya tidak bagus susah di terima, padahal mentalnya belum terbentuk berjiwa entrepreneur dan itupun baru segelintir orang ia jumpai namun mengklaim semua orang. Ada manager yang mengeluhkan karyawannya semua malas bekerja, padahal masalahnya ia tidak mampu membangkitkan motivasi baik terhadap dirinya sendiri apalagi karyawannya bahkan terkadang mematikan motivasi karyawannya sendiri.
Salah deteksi masalah bisa membuat kita menyalahkan pihak luar tanpa memperbaiki diri sendiri. Ini merupakan salah satu masalah yang menghambat produktivitas kita.
Ingat! Bukan pihak luar yang menghambat kesuksesan dan kinerja kita melainkan diri kita sendirilah yang TIDAK TERBUKA TERHADAP SUATU PERUBAHAN. Merasa cukup dengan yang dulu. Selalu membanggakan masa lalu seperti gurunya, latar belakangnya, buku yang ia baca, fisiknya, wajahnya, kekayaannya dll. Sehingga dalam dirinya selalu terucap. SAYA SUDAH TAHU!!!  Maka tertutuplah semua kebaikan yang datang. Dibutuhkan kerendahan dan mau belajar untuk meraih kesuksesan dari  impian yang di bangun.
Semoga kita termasuk Hamba-Nya yang di beri petunjuk dalam mendeteksi kesalahan dan kekurangan pada diri sendiri untuk di perbaiki. Bukan mereka yang kalut, selalu menyalahkan di luar dirinya.

 Download catatan ini hanya beberapa detik saja

0 komentar:

Posting Komentar