Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Mana Pertolongan Tuhan?

Hujan besar semalaman membuat sebuah desa tenggelam banjir yang sangat parah. Penduduk langsung mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Ketika banjir sudah setinggi lutut, setengah penduduk sudah mengungsi.
Mereka berlarian dengan motor, mobil dan kendaraan apapun yang ada.
Saat itu ada seorang ibadawan yang menolak untuk mengungsi karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang.
Banjir sudah semakin tinggi, kali ini sudah setinggi kepala. Semua penduduk berusaha mengungsi dengan perahu karet yang datang menolong. Hanya sisa segelintir saja yang masih terjebak.
Ibadawan itu tetap menolak untuk mengungsi, karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang.
Banjir tetap meninggi, kali ini sudah mulai menutupi atap. Semua penduduk tersisa mulai terangkut dengan bantuan helikopter.
Tapi ibadawan itu tetap menolak naik helikopter, karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang. Ibadawan itu kini jadi satu-satunya yang tersisa.
Banjir tetap meninggi, kali ini atap rumah bahkan sudah tenggelam.
Di atas atap, kaki ibadawan itu mulai terendam air, lalu pinggangnya, lalu lehernya.
Ibadawan itu menengadahkan kepala, melihat langit dan berteriak, "Wahai Tuhan, mana pertolonganMU. Aku sudah begitu sabar menunggu bantuanMu, tapi tak kunjung datang juga!"
Tidak butuh waktu lama, akhirnya banjir sudah melewati kepala sang ahli ibadah, ia berusaha berenang tapi arus terlalu kuat akhirnya ia mati tenggelam.

Di alam kematian, ia bertemu malaikat.
Ia protes, "Wahai Malaikat, aku mau bertemu Tuhan. Aku selalu beribadah dan percaya bahwa Sang Pencipta akan menolongku, tetapi kenapa tidak kunjung datang juga pertolongan itu?"
Malaikat menjawab, "Siapa bilang Tuhan tidak menolong. Ia telah mengirim mobil untuk menyelamatkanmu tapi kamu tidak mau naik mobil itu. Ia juga telah mengirim perahu untukmu tapi kamu tidak peduli. Ia bahkan mengirim helikopter untukmu tapi kamu acuhkan. Kesimpulannya, ya kamu memang ingin mati!"
Ibadawan itu menangis, ia merasa begitu bodoh mengira bahwa pertolongan Tuhan akan datang mungkin seperti kilat yang akan memindahkan ia ke tempat lain, atau seperti matahari yang langsung mengeringkan banjir atau seperti tanah yang langsung menyerap banjir hingga kering.
Ibadawan itu sadar semua sudah terlambat.

Apa pelajaran yang kita bisa ambil?|
Seringkali kita menganggap Tuhan belum menolong kita, padahal Ia sudah mengirim berbagai bantuan yang ada disekitar kita.
Ketika kita miskin kita merasa Tuhan tidak memberi bantuan, padahal Tuhan sedang menyiapkan kita untuk jadi pemenang yang tangguh karena digembleng kehidupan yang keras.
Ketika kita menghadapi masalah kita mengira Tuhan menghukum kita, padahal Ia sedang menyiapkan kita untuk jadi pemenang dengan training kehidupan.
Kini saatnya kita melihat sekitar, jangan-jangan semua yang ada disekitar kita adalah bala bantuan dari Tuhan yang selama ini kita sia-siakan.
Kesimpulan:

Apakah penolakan-penolakan atau kegagalan yang kita alami memiliki resiko yang fatal dalam hidup ini?
Apakah penolakan-penolakan atau kegagalan lebih menakutkan dari azab kubur atau neraka?
Apakah penolakan-penolakan atau kegagalan sama sekali  tidak pernah kita jumpai dalam hidup?
Apakah penolakan-penolakan atau kegagalan hanya kita sendiri yang mengalami yang lain tidak?
Jika jawabannya adalah TIDAK. Maka sepatutnyalah penolakan-penolakan atau kegagalan yang kita alami adalah sebagai training kehidupan dan gemblengan yang keras untuk menjadi pemenang yang tangguh.

Seorang perenang diawalnya pasti pernah terminum air kolam, bahkan sampai ia mahirpun sekali dua kali tetap terjadi. Seorang atlit lari pun pernah terjatuh dan cidera. Reporter yang handalpun yang luput dari keseleo dalam bicara. Seorang yang ahli menulis  pasti pernah mengalami salah tulis atau salah ketik. Dll.

Jadi siapapun yang sukses dan menjadi pemenang adalah mereka yang bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, tidak pernah merasakan penolakan ataupun kegagalan. Bukan pula orang yang super. Melainkan mereka yang bertahan terus untuk bertindak. Selalu aksi. Melakukan terus sampai kemenangan itu diraih. Mereka sadar jawaban kemenangan itu sudah ada disekitarnya. Kegagalan atau penolakan bukanlah yang harus dibesar-besarkan apalagi mengingat potensi penghasilan dari kemenangan nanti yang akan di raih yang membuat mereka tidak lagi mau menunda-nunda. Mereka terus saja melakukan dengan tetap terus belajar. Selalu aksi dan tidak menunda-nunda. Terlalu sayang waktu diabaikan hanya untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan penolakan atau kegagalan yang akan dilalui dengan mengesampingkan kemungkinan penerimaan atau kemenangan yang akan diraih. Karena secara rasional saja 2 hal tersebut diterima ataupun ditolak itu adalah kepastian yang akan terjadi. Kenapa harus di rumuskan lebih dalam lagi? (Terlalu lama waktu di sia-siakan hanya untuk merumuskan, berfikir, mengambil kesimpulan agar berkesan arif, cerdas dan bergengsi tinggi  tanpa bertindak sama sekali). Padahal rumusannya gampang sekali. 2 kemungkinan tsb, ditolak dan diterima sudah pasti siapapun akan mengalami. Lakukan sedini mungkin. Dan buatlah kemenangan itu segera di raih. Jalani  hidup ini dan nikmati langkah proses Anda untuk menjadi pemenang.

Ingat! Jangan pernah berharap turun hidangan atau sekarung uang dari langit. Tapi sadarilah sesungguhnya bantuan Tuhan itu sudah hadir di depan mata. Jangan di sia-siakan. Pelajarilah dan lakukan!

No Excuse! Karena Tuhan selalu bersama kita.



Download  file ini di sini

0 komentar:

Posting Komentar