Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Wirausaha
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Cicak dan Laba-Laba

Siapa yang tidak tahu dengan cicak?
Siapa juga yang tak kenal laba-laba?
Tapi tahukah Anda hanya sedikit manusia yang belajar dari cicak dan laba-laba. Banyak yang tidak menyadari bahwa dari kehidupan cicak dan laba kita bisa banyak belajar dari kisahnya.

Cicak dan laba-laba adalah hewan yang pendek, dan makanannya bisa terbang. Tapi cicak dan laba-laba tidak putus asa dan tetap berusaha untuk mendapatkan makanannya.
Perbedaan antara cicak dan laba-laba terlihat saat kedua hewan ini mencari mangsa. Hasil usaha cicak bisa langsung terlihat setiap kali beraksi. Akan tetapi cicak harus tetap bekerja untuk bertahan hidup, karena mangsa yang didapat tidak dapat disimpan dan langsung disantap. Ketika tidur cicak menjadi tidak produktif karena untuk mendapatkan mangsa cicak harus bekerja.

Anak Bodoh dari Ohio


             Pria ini lahir di Ohio pada tanggal 11 Februari 1847, anak bungsu dari 7 bersaudara. Ia mempunyai masalah akademis yang parah, bahkan sangat parah.
Masa kecilnya jauh sekali dari kesan cerdas dan berprestasi.Waktu kecil ia dikenal sebagai anak yang bodoh bahkan menjadi langganan mendapat ranking terendah. Kepala sekolah menyebutnya otaku dang dan tidak bisa meyesuaikan diri dengan sekolah.
Pendidikan formalnya hanya bertahan selama 3 bulan dan harus dikeluarkan, setelah sekolah berkesimpulan bahwa anak ini tidak bisa sekolah. Akhirnya ibunya mendidik sendiri di rumah.

Kisah Tukang Cuci Piring


            Lelaki berkulit hitam ini sebenarnya tidak sengaja menjadi warga Negara Amerika Serikat. Sekalipun menjadi warga Negara AS karena tempat kelahiran, ia menghabiskan masa kecilnya di Cat Island Bahama, yang memiliki jumlah penduduk 4.000 dan tidak ada listrik.
Usia 17 tahun ia pergi ke New York untuk mengadu nasib. Berbagai pekerjaan kasar dijalaninya termasuk sebagai tukang cuci piring.
Suatu hari ia melihat iklan, ‘dicari aktor untuk audisi’. Dalam hati ia berkata, apa sih susahnya jadi aktor.

Potensi Kecil Bisa Menjadi Luar Biasa


            Sekecil apapun bakat yang kita miliki sebenarnya punya potensi untuk dikembangkan secara luar biasa.
            Siapa yang mengira sifat alamiah Oprah yang selalu ingin belajar banyak bisa membawanya menjadi host ternama di dunia
            Siapa yang mengira kebiasaan JK Rowling mendongeng untuk adiknya akhirnya mengasah keahliannya bercerita sehingga menghasilkan Harry Potter.

Kotoran Sapi

Seorang guru besar yang mengusai banyak bidang pengetahuan sedang mengadakan diskusi ilmiah dengan para mahasiswa pasca sarjana unggulan dari berbagai jurusan yang berasal dari berbagai universitas ternama.
Setelah begitu lama berdiskusi tentang ilmu pengetahuan, sang guru besar melontarkan sebuah pertanyaan.
"Anda adalah seorang ilmuwan, ketika berjalan Anda melihat kotoran sapi di depan, apa yang Anda pikirkan?"
"Wah kalau saya akan berpikir bahwa, kotoran sapi mengandung bio gas yang bisa membantu pembuatan pupuk kompos alami," kata seorang mahasiswa pertanian.

Adu Nyali

Dua orang peneliti biologi sedang mengadakan penelitian lapangan.
Pada sebuah pohon seorang di antara mereka menemukan ulat hijau pemakan daun.
"Hei lihat, ada ulat hijau. Kamu tahu kan ulat ini mengandung banyak protein. Nah kalau kamu berani makan ulat ini, saya akan bayar 1 juta rupiah," seru peneliti pertama menantang temannya adu nyali.
Mendengar tantangan tersebut peneliti kedua balik menantang," Kamu saja yang makan, aku bayar dua juta!"
Tanpa diduga peneliti pertama malah tak gentar, ia segera makan ulat tersebut sekalipun menahan muntah. Selesai memaksakan diri menelan ulat tersebut, ia menagih uangnya.

Citra dan Suara Negatif Penghancur Masa Depan


            Manusia lahir dengan potensi yang begitu besar, sayangnya potensi itu pudar satu persatu karena adanya citra negatif yang masuk pada diri melalui lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan, lingkungan sekolah, dan masyarakat.
            Ketika beranjak dewasa pun pencitraan negatif dari orang lain tidak akan pernah hilang. Pilihannya hanya dua, membiarkan citra negatif yang orang lain katakana menjadi benar, atau justru membuktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka katakan.

Percayakah Anda?


Apakah Anda mempunyai apa yang dibutuhkan untuk menjadi orang besar?
Apakah Anda mempunyai apa yang dibutuhkan untuk menjadi orang yang luar biasa?
Apakah Anda mempunyai apa yang dibutuhkan untuk menjadi orang yang sangat sukses, bukan sekedar sukses?
Bisakah Anda menjawab pertanyaan di atas?
Pernakah Anda mendapat pertanyaan seperti itu?
Pernakah Anda mempertanyakan pada diri sendiri tentang hal ini?


Utamakan Learning Bukan Studying


            Dalam bahasa Inggris ada dua kata yang bisa di pakai untuk kata belajar, yaitu “learn” dan “study”.
            Learn adalah bentuk belajar dari pengalaman kehidupan bukan sekedar dari buku atau text book. Sedangkan study adalah kegiatan belajar dari buku atau dari guru di kelas atau di sekolah.
            Kita bisa sukses jika berhenti sekolah (study), tapi kita tak mungkin bisa sukses jika berhenti belajar (learn).

Fasilitas Menjamin Kesuksesan?


Ada yang bilang masyarakat Indonesia sudah cukup diberi motivasi, mereka butuh saran, fasilitas atau saran untuk mencapai sukses.
Orang bisa sukses bukan karena fasilitas mereka yang cukup untuk mencapai kesuksesan mereka. Tapi karena impian, tekad, kemauan dan kerja keraslah yang menuntun mereka sampai ke puncak.
Tanpa itu semua, sebesar apapun fasilitas yang diberikan, akan menjadi sia-sia belaka, dan menjadi orang kebanyakan.
Mari kita lihat contohnya.

Anak Miskin Dari Korea


            Ia lahir dari keluarga yang sangat miskin. Saat kecil, ia makan ampas gandum dua kali sehari, pagi dan malam, sedangkan siang ia harus mengganjal perutnya dengan air lantaran tak punya uang untuk membeli makanan. Ampas itu pun tidak dibeli, keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras.
            Meski sangat miskin, ia punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia belajar keras demi mendapatan beasiswa agar bisa sekolah SMA. Saat remaja, ia bekerja menjadi buruh bangunan. Ia mempunyai mimpi untuk jadi pegawai saat itu.
Setelah SMA, ia diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University, karena prestasinya yang bagus. Untuk biaya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalanan.

Memanfaatkan Waktu Luang

Kasman berasal dari kelas bawah. Ibunya buta huruf dan bekerja sebagai pedagang kain kecil-kecilan. Ayahnya seorang juru tulis. Untuk menghidupi 7 anaknya penghasilan mereka sangatlah kurang.

Ia dilarang ibunya bersekolah. Tapi ia jalan terus karena ia ingin sukses dan ia haus akan ilmu pengetahuan. Untuk bisa membiayai sekolahnya sendiri Kasman bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ia rajin menyapu, membersihkan rumah, mencuci piring, mencuci baju. Dari sana ia mendapatkan makan, pakaian bekas dan uang untuk membiayainya sekolah Di HIS (Holland Inlandsche School) yaitu Sekolah Dasar untuk Pribumi pada masa Penjajahan Belanda di Indonesia.

Kupu–Kupu Yang Tak Bisa Terbang


Di Sebuah ranting pohon, tampak sebuah kepompong yang bergoyang halus. Seolah kupu – kupu yang ada di dalamnya telah siap untuk terbang ke alam bebas dan menjalani hidup yang sesungguhnya.
Seorang lelaki muda memperhatikan proses langka itu. Perlahan – lahan kantung kepompong mulai terkoyak, memberi celah bagi kupu – kupu kecil untuk keluar. Namun, kupu – kupu kecil tersebut tampak kesulitan melepaskan diri dari kepompong yang telah lama membungkus tubuhnya. Celah yang terbuka sangat sempit. Pemuda itu merasa kasihan, dan kemudian pemuda tersebut mengambil gunting dan memotong kepompong tersebut agar celahnya menjadi besar, dengan maksud agar calon kupu – kupu kecil itu mampu keluar dengan lebih mudah. Dan memang benar, tak lama kemudian, kupu – kupu tersebut berhasil keluar dengan mudah dari kepompong.