Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Selamat datang di Spiritz Motivasi. Silahkan lihat-lihat.. Jangan lupa tinggalin komentarnya, juga isi buku tamunya. okeee. Terima kasih

Join The Community

Kisah Tukang Cuci Piring


            Lelaki berkulit hitam ini sebenarnya tidak sengaja menjadi warga Negara Amerika Serikat. Sekalipun menjadi warga Negara AS karena tempat kelahiran, ia menghabiskan masa kecilnya di Cat Island Bahama, yang memiliki jumlah penduduk 4.000 dan tidak ada listrik.
Usia 17 tahun ia pergi ke New York untuk mengadu nasib. Berbagai pekerjaan kasar dijalaninya termasuk sebagai tukang cuci piring.
Suatu hari ia melihat iklan, ‘dicari aktor untuk audisi’. Dalam hati ia berkata, apa sih susahnya jadi aktor.

Dengan penuh keyakinan ia mengikuti audisi. Tetapi ia tampil buruk pada audisi pertamanya. Aksen Bahamanya sangat kental. Dan lebih buruk lagi, ia tidak bisa baca tulis sehingga tidak bisa membaca naskah. Ia tak tahu kalau aktor harus baca tulis.
Penguji lalu menyeretnya keluarsambil mengatakan, “Keluar dari sini, tempat yang pantas untukmu jadi tukang piring!”
Ia sangat terpukul, apalagi orang yang mengusirnya mengatakan ‘cuci piring’ adalah pekerjaan yang pantas untuknya. Padahal orang tersebut tidak tahu kalau pemuda ini tukang cuci piring.

Siapakah lelaki ini? Dan apakah tukang cuci piring memang pekerjaan yang pantas untuknya?

Ini adalah kisah Sidney Poitier, bintang kulit hitam paling bersinar di masanya. Ia menjadi aktor kulit hitam pertama yang menerima Piala Oscar sebagai pemeran utama terbaik pria tahun 1963.
Karirnya justru bermula dari insiden pengusiran itu. Sejak saat itu Sydney bersumpah untuk membuktikan mereka yang mengusirnya salah. Lalu ia berlatih keras selama 6 bulan. Sambil mencuci piring, ia berlatih menghilangkan aksen Bahama dengan mengikuti suara penyiar radio. Ia juga berlatih baca tulis, serta berlatih acting.
Enam bulan kemudian, ia mengikuti audisi berikutnya dan mendapat peran penting dalam Broadway production Lysistrata, dan penampilannya mendapat review yang bagus.
Lalu karirnya meroket hingga akhirnya meraih Oscar.

Hikmah:
Sydney Poitier berhasil mengubah hinaan yang dialaminya menjadi energi positif yang membuatnya berkembang. Ia bisa menjadikan celaan sebagai cambuk yang memicunya untuk maju. Setiap ingat peristiwa itu, ia semakin terpacu untuk maju.
Apapun hal buruk yang dikatakan orang lain terhadap kita tak akan berpengaruh apa-apa jika kita tidak mempercayainya dan percaya pada diri sendiri. Orang lain bisa salah fatal dalam menilai potensi diri kita. Karena itu tetaplah percaya diri, sekalipun dianggap remeh.
Kerja keras Sydney selama 6 bulan berhasil. Ia berhasil mematahkan penilaian juri yang mengusirnya. Bayangkan jika ia percaya percaya terhadap penguji saat itu. Mungkin dunia tak mengenal aktor sehebat Sydney, mungkin juga Sydney masih tetap menjadi tukang cuci piring. Tetapi ia memilih untuk percaya diri, dan hasilnya ia telah membukitikan kalau ia bisa.

 Download catatan ini
hanya beberaa detik saja

0 komentar:

Posting Komentar